Friday, July 31, 2009

here's the 2nd cerpen,,, enjoy it!

...menyukai Rita

Waktu itu aku masih SMA, saat ia datang di kehidupanku. Ia adalah Ilham, laki-laki yang masih memenuhi seluruh isi hatiku. Tak pernah kusanga perkenalanku dengannya akan membawaku ke kehidupan seperti sekarang ini…
“Uh.. kuliah benar-benar membuatku penat dengan tugas-tugasnya yang menggunung” gumamku dalam hati. Sekarang aku sedang berada dalam angkutan umum yang akan membawaku pulang. Sudah malam begini, pukul 19:00 aku baru bisa pulang dari praktikum melelahkan di kampus. Melihat ke luar jendela, wajahku diterpa angin malam ini, benar-benar kurasakan sapuannya detik demi detik. Aku terbawa,. Tiba- tiba aku ingat kejadian tadi siang.
Hancur hatiku mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut Rita. Satu persatu perlahan membuatku mengerti bahwa dia juga mencintai Ilham. Dulu mereka berdua adalah sahabat masa kecil. Rumah mereka pun tak jauh, sampai sekerang pun begitu. Bahkan Ibu Ilham sangat menyukainya.
Sengaja tadi siang, di sela-sela waktu kuliah yang kosong, aku mendatangi dan berkunjung ke tempat kos Rita. Aku ingin tahu darinya siapakah Ilham di matanya, karena kutahu Rita mengenalnya sejak lama, tapi tak kusangka, kenyataan bahwa dia juga suka pada Ilhamlah yang kudapat.
Usahaku untuk mengorek keterangan tentang Ilham sirna sudah. Aku tertegun, kaget, tidak menyangka bahwa ternyata Rita adalah juga sainganku. Sejak awal aku tahu bahwa di luar sana, banyak dan mungkin 7 dari 10 wanita akan tertarik pada Ilham begitu mereka mengenalnya. Ilham adalah seorang dengan kepribadian yang menarik, tapi kenapa harus Rita?? Kenapa harus seorang Rita, teman sekelasku di kampus?
Aku, awalnya berharap… dengan keberadaaan Rita, aku bisa mengeluarkan seluruh isi hatiku bahwa aku menyukai Ilham. Aku berharap Rita akan membantuku, membantuku untuk lebih dekat dengannya suatu hari nanti. Mungkin harapanku terlalu tinggi, terlalu tinggi hingga aku terjatuh lagi seiring alunan kata-kata yang terlontar memuji-muji Ilham dan ungkapan kebahagiaan bahwa Ibu Ilham sangat menyukainya, menyukai Rita.
… to be continued

Tuesday, July 28, 2009

semua begitu indah. bener bener indah ketika aku sudah mengerti. sebuah perjuangan untuk sebuah pengertian dua arah.