Hari pertama masuk sekolah…
Di luar sangat dingin… (tak kusangka), padahal kan musim semi… kata orang-orang musim semi hangat… Itulah yang kupikirkan ketika pertama kali masuk sekolah.
Tega sekali okaasan tidak mengantarkanku sampai sekolah. Aku harus naik kereta sendirian, tapi tidak sendirian karena ia mencarikanku teman untukku berangkat bersama-sama.(…. Waks). Akhirnya aku sampai juga di sekolah. Di sekeliling linkungan sekolah, pohon-pohon sakura sedang menggugurkan kelopak bunganya. Indah….. sekali (hehehe ngiming-iming), tertiup angin, indahnya…..
Aku memakai seragam sailor seperti yang di komik komik Jepang yang banyak beredar di Indonesia. Sumpah, aku tidak pernah suka membaca komik, entahlah memang sudah sifatku tidak suka membaca, kecuali buku pelajaran karena terpaksa, kalau tidak membaca pasti nilai sekolahku jelek. Intinya, membaca adalah hal yang paling kuhindari karena setiap hari membaca buku pelajaran di sekolah saja sudah membuatku pusing, belum lagi PR-PRnya. Seragamku ini berwarna hitam, seluruh murid di tempat ini juga memakai yang sama denganku.
Sekolah ini adalah sebuah publik school dengan murid seluruhnya perempuan. Hal ini biasa di Jepang, ada sekolah cewek, ada sekolah cowok, tapi ada juga sekolah cewek+cowok. Heummmmm… agak kecewa sih… kan pengetahuan jadi berkurang, kan aku pengen tau juga cowok Jepang itu kayak apa…. Anyway. Maybe that was the best for me, lagian aku gag bisa milih sendiri, sudah di luar kemampuan.
Oh My God… aku harus memperkenalkan diri di hadapan pertama: para guru di ruang guru, kedua: teman teman kelasku. And…. Aku memperkenalkan diri dalam kalau kuhitung lima kalimat yang sudah kuhafalkan terlebih dahulu, dan mereka pun memberiku applause.”Untuk apa mereka bertepuk tangan?” pikirku. (tentu saja aku berkenalan dalam bahasa Jepang).
Waktu berlalu, tak satupun kata-kata yang kumengerti dari pembicaraan orang-orang di sekitarku. Saat aku mengikuti pelajaran, bapak-ibu guru seperti berbicara bahasa planet, kucoba mendengarkan… dan tak mengerti sama sekali, sama sekali. Saat istirahat, teman-teman pun bercakap-cakap dan… kudengarkan, tak kumengerti. “Ya Tuhan… baru kusadari, apakah setiap hari ke depan akan seperti ini? Tak ada yang kumengerti.”gumamku. Sesampainya di rumah, langsung kuusahakan membuka kamus, Okaasan (ibu) dan Otosan(ayah) tidak bisa berbahasa Inggris! Wow!!!!!! Lalu aku harus bagaimana?????
Akhirnya, baik okaasan maupun otoosan pun mengeluarkan kamus Jepang-Inggris. Mereka membuka kamus, menunjuk kata yang mereka maksud dalam kamus itu, lalu menunjukannya kepadaku. Dari situlah aku mengerti apa yang mereka katakan. Aneh ya, jika kuingat-ingat saat ini…
….. Hari kedua masuk sekolah
Kali ini aku lebih bersiap-siap, malam sebelumnnya kupelajari lagi buku panduan bahasa Jepang yang diberikan AFS kepadaku, menghafalkan selamat pagi: ohayoo gozaimasu, terima kasih: arigatoo gozaimasu, permisi: sumimasen, dan segala hal yang sebanyak mungkin bisa kumasukkan ke otakku, tapi sementara ini hanya tiga kata itu yang bisa nyangkut ditambah cara berkenalan yang sudah kupraktekkan sebelumnya.
Apa yang akan terjadi? Tunggu cerita berikutnya…. Wakkakakkakka
……. To be continue
Sunday, November 22, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
feel free!